- Pilih materi yang menarik
dan deskripsikan materi tersebut!
- Lakukan analisis
implementasi/penerapan materi tersebut!
- Tuliskan pengalaman
praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau bertentangan dengan
materi yang dipelajari!
- Uraikan tantangan yang
dihadapi dan hikmah (lesson learn) yang didapatkan!
- Buat
rencana aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran!
- Materi yang menarik dan deskripsi
materi
Materi yang
Saya pilih dari beberapa topik yang saya anggap menarik dari modul ini adalah
Pendidikan nilai dan pendidikan karakter. Pendidikan nilai dan karakter dalam
PAI memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik
menjadi pribadi yang baik usaha untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika Islam melalui proses
pembelajaran agar peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak
mulia, dan berkemampuan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dan
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan karakter membentuk
individu yang berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, tangguh dan berperilaku
baik, yang fungsi utamanya adalah mengembangkan potensi dasar manusia sehingga
menjadi Individu yang berpikir baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
- Analisis implementasi/penerapan materi
Implementasi Pendidikan nilai dan pendidikan karakter
dapat dilakukan sejak dini, dalam hal ini pendidikan nilai dilakukan dengan
memberikan dasar pengetahuan tentang apa yang baik dan benar. Sementara
pelaksanaan pendidikan karakter difokuskan pada pengembangan kemampuan untuk
melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Dalam
mengimplementasikan pendidikan nilai dan karakter dalam pembelajaran PAI dapat
dilakukan dengan mengaitkan atau menghubungkan Ayat-ayat Al-quran, Hadis Nabi,
kisah para sahabat, ataupun peristiwa sejarah Islam yang menggambarkan
nilai-nilai moral dan etika dengan kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga
mereka memahami relevansi ajaran Islam sebagai suatu sikap yang baik dalam
kehidupan mereka.
- pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau
bertentangan dengan materi
Pengalaman
yang mendukung proses pendidikan nilai dan karakter ini diantaranya adalah
peran guru dalam pembentukan Karakter dan penanaman nilai-nilai bagi peserta
didik. Selain itu, peran guru dalam pembentukan karakter dengan membiasakan dan
menjadi teladan atau contoh bagi peserta didik. misalnya terhadap perilaku
sopan dan santun pada sesama dan seringnya guru menyelipkan nasehat moral dalam
setiap kesempatan dapat menanamkan nilai-nilai karakter bagi peserta didik yang
terintegrasi dalam perkataan dan perbuatan. Misalnya penanaman pentingnya nilai
kejujuran/siddiq dalam kehidupan, sehingga peserta didik sering kali menemukan
uang di lingkungan sekolah baik seribu rupiah, dua ribu bahkan pernah sekali
dua puluh ribu rupiah mereka selalu menanyakan kepada teman bahkan
memberitahukan kepada guru tentang uang tersebut. Ini menunjukkan bahwa
karakter yang ditanamkan pada peserta didik akan membuahkan hasil dengan adanya
konsistensi.
- Tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn)
❖
Tantangan
Tantangan yang
yang dihadapi dalam pendidikan nilai dan karakter bagi peserta didik atau
generasi penerus bangsa diantaranya faktor teknologi yang menjadi candu bagi
peserta didik yang dalam masa pembentukan karakter. Penggunaan teknologi tanpa
pendampingan atau kontrol keluarga sehingga anak banyak menyerap
informasi-informasi yang mereka belum mampu saring dengan baik. Selain pengaruh
teknologi dan peran orang tua, lingkungan sekitar dan pergaulan juga menjadi
tantangan tersendiri yang sulit untuk dikendalikan dan sangat banyak
mempengaruhi anak dalam pembentukan perilaku atau karakternya. Seringkali
lingkungan pertemanan mengajak anak melakukan sesuatu yang tidak mereka
inginkan tetapi demi rasa kompak dan terlihat keren mereka ikut melakukan atau
mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya, dan karena hal yang terus
berulang perlahan nilai buruk itu menjadi hal yang remeh dan dianggap biasa
saja.
❖
Hikmah
Hikmah yang saya dapat dari topik
ini adalah bahwasanya pendidikan nilai dan karakter pada anak tidak cukup hanya
dengan mengandalkan satu pihak saja, tetapi perlu adanya kolaboras semua pihak
yang ada, baik guru, masyarakat, pemerintah, maupun orang tua yang menjadi
pilar utama dan pertama yang menanamkan nilai dan karakter bagi anak-anak yang
kelak akan menjadi generasi penerus bangsa
- Perencanaan aksi penerapan materi
tersebut dalam kegiatan pembelajaran
1) Integrasi
materi di kelas
Menghubungkan
materi dengan realitas kehidupan dengan mengaitkan materi yang diajarkan dengan
pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan siswa misalnya saya menggunakan
kisah-kisah dalam Alquran sebagai media untuk memberikan pelajaran moral yang
aplikatif sehingga siswa mampu untuk menerapkannya dalam interaksi sosial
sehari-hari
2) Pembiasaan
Sekolah
Dengan
konsisten menerapkan senyum sapa dan salam di dalam lingkungan sekolah sehingga
para siswa terbiasa untuk melakukannya
3) Kolaborasi
lintas mapel
Pentingnya
bulat terjadi kolaborasi dengan guru-guru wali kelas maupun lintas mapel yang
senantiasa menampilkan teladan yang baik bagi murid dan sebagai sumber dalam memperoleh informasi tentang
nilai-nilai yang baik untuk kehidupan dalam masyarakat
4) Menjadi
teladan secara konsisten. Dengan cara menghadirkan diri sebagai contohnya
sebagai siswa dalam berbagai aspek kehidupan baik dalam tutur kata sikap maupun
tindakan sehari-hari dengan konsistensi dalam keteladanan siswa dapat belajar
melalui pengamatan langsung terhadap perilakuYang ditampilkanGuru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar