Rabu, 28 Januari 2026

REFLEKSI MODUL PROFESIONAL PPG DALJAB/TRANSFORMASI+/KEMENAG

 

 INSTRUKSI TUGAS REFLEKSI

 

  1. Pilih materi yang menarik dan deskripsikan materi tersebut!
  2. Lakukan analisis implementasi/penerapan materi tersebut!
  3. Tuliskan pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau bertentangan dengan materi yang dipelajari!
  4. Uraikan tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn) yang didapatkan!
  5. Buat rencana aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran!

 

  1. Materi yang menarik dan deskripsi materi

Materi yang Saya pilih dari beberapa topik yang saya anggap menarik dari modul ini adalah Pendidikan nilai dan pendidikan karakter. Pendidikan nilai dan karakter dalam PAI memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang baik usaha untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika Islam melalui proses pembelajaran agar peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berkemampuan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan karakter membentuk individu yang berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, tangguh dan berperilaku baik, yang fungsi utamanya adalah mengembangkan potensi dasar manusia sehingga menjadi Individu yang berpikir baik, berhati baik, dan berperilaku baik.

 

  1. Analisis implementasi/penerapan materi

Implementasi  Pendidikan nilai dan pendidikan karakter dapat dilakukan sejak dini, dalam hal ini pendidikan nilai dilakukan dengan memberikan dasar pengetahuan tentang apa yang baik dan benar. Sementara pelaksanaan pendidikan karakter difokuskan pada pengembangan kemampuan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Dalam mengimplementasikan pendidikan nilai dan karakter dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan dengan mengaitkan atau menghubungkan Ayat-ayat Al-quran, Hadis Nabi, kisah para sahabat, ataupun peristiwa sejarah Islam yang menggambarkan nilai-nilai moral dan etika dengan kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga mereka memahami relevansi ajaran Islam sebagai suatu sikap yang baik dalam kehidupan mereka.

 

  1. pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau bertentangan dengan materi

Pengalaman yang mendukung proses pendidikan nilai dan karakter ini diantaranya adalah peran guru dalam pembentukan Karakter dan penanaman nilai-nilai bagi peserta didik. Selain itu, peran guru dalam pembentukan karakter dengan membiasakan dan menjadi teladan atau contoh bagi peserta didik. misalnya terhadap perilaku sopan dan santun pada sesama dan seringnya guru menyelipkan nasehat moral dalam setiap kesempatan dapat menanamkan nilai-nilai karakter bagi peserta didik yang terintegrasi dalam perkataan dan perbuatan. Misalnya penanaman pentingnya nilai kejujuran/siddiq dalam kehidupan, sehingga peserta didik sering kali menemukan uang di lingkungan sekolah baik seribu rupiah, dua ribu bahkan pernah sekali dua puluh ribu rupiah mereka selalu menanyakan kepada teman bahkan memberitahukan kepada guru tentang uang tersebut. Ini menunjukkan bahwa karakter yang ditanamkan pada peserta didik akan membuahkan hasil dengan adanya konsistensi.

 

  1. Tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn)

     Tantangan

Tantangan yang yang dihadapi dalam pendidikan nilai dan karakter bagi peserta didik atau generasi penerus bangsa diantaranya faktor teknologi yang menjadi candu bagi peserta didik yang dalam masa pembentukan karakter. Penggunaan teknologi tanpa pendampingan atau kontrol keluarga sehingga anak banyak menyerap informasi-informasi yang mereka belum mampu saring dengan baik. Selain pengaruh teknologi dan peran orang tua, lingkungan sekitar dan pergaulan juga menjadi tantangan tersendiri yang sulit untuk dikendalikan dan sangat banyak mempengaruhi anak dalam pembentukan perilaku atau karakternya. Seringkali lingkungan pertemanan mengajak anak melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan tetapi demi rasa kompak dan terlihat keren mereka ikut melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya, dan karena hal yang terus berulang perlahan nilai buruk itu menjadi hal yang remeh dan dianggap biasa saja.

     Hikmah

Hikmah yang saya dapat dari topik ini adalah bahwasanya pendidikan nilai dan karakter pada anak tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu pihak saja, tetapi perlu adanya kolaboras semua pihak yang ada, baik guru, masyarakat, pemerintah, maupun orang tua yang menjadi pilar utama dan pertama yang menanamkan nilai dan karakter bagi anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa

 

  1. Perencanaan aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran

1)    Integrasi materi di kelas

Menghubungkan materi dengan realitas kehidupan dengan mengaitkan materi yang diajarkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan siswa misalnya saya menggunakan kisah-kisah dalam Alquran sebagai media untuk memberikan pelajaran moral yang aplikatif sehingga siswa mampu untuk menerapkannya dalam interaksi sosial sehari-hari

2)    Pembiasaan Sekolah

Dengan konsisten menerapkan senyum sapa dan salam di dalam lingkungan sekolah sehingga para siswa terbiasa untuk melakukannya

3)    Kolaborasi lintas mapel

Pentingnya bulat terjadi kolaborasi dengan guru-guru wali kelas maupun lintas mapel yang senantiasa menampilkan teladan yang baik bagi murid dan sebagai sumber  dalam memperoleh informasi tentang nilai-nilai yang baik untuk kehidupan dalam masyarakat

4)    Menjadi teladan secara konsisten. Dengan cara menghadirkan diri sebagai contohnya sebagai siswa dalam berbagai aspek kehidupan baik dalam tutur kata sikap maupun tindakan sehari-hari dengan konsistensi dalam keteladanan siswa dapat belajar melalui pengamatan langsung terhadap perilakuYang ditampilkanGuru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar