Rabu, 28 Januari 2026

MEMBUAT RESUME MODUL PEDAGOGIK/PPG DALJAB TRANSFORMASI+/KEMENAG

 


 

ModuL                                                  : Pedagogik PAI

Kegiatan Belajar                               : Topik 1-8

Nama Mahasiswa                            : HARDANIA

Bidang Studi                                      : Pendidikan Agama Islam

LPTK                                                      : IAIN Sultan Amai Gorontalo

No

BUTIR REFLEKSI

RESPON/JAWABAN

1.

Sajikan peta konsep atau gagasan apa saja yang anda temukan dari Topik 1 sd. 8

 



 

2.

Sebutkan kurang lebih 5 gagasan dan mohon dijelaskan dalam dua alinea

Pada Topik 1 Project based-learning PBL menempatkan fokus pada pemecahan masalah sebagai tujuan utama pembelajaran. Siswa diberikan sebuah masalah yang memerlukan pemikiran analitis dan pemecahan masalah yang mendalam. Di sisi lain, PjBL lebih berorientasi pada proyek nyata yang mencakup tujuan dan hasil yang lebih luas. PBL   memberi peluang pada sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa, lebih kolaboratif, siswa terlibat secara aktif menyelesaikan proyek-proyek secara mandiri dan bekerja sama dalam tim dan mengintegrasikan masalah-masalah yang nyata dan praktis. Adapun PjBL Sebagai suatu pembelajaran yang konstruktivis, projectbased-learning menyediakan pembelajaran dalam situasi problem yang nyata bagi siswa sehingga dapat melahirkan pengetahuan yang bersifat permanen. Pada topic Pembelajaran inklusif (topic 6 dan diferensiasi (topic 2) ,DBL berfokus pada pemberian layanan belajar sesuai dengan kebutuhan, Minat, Dan gaya belajar masing-masing peserta didik. Guru tidak menggunakan metode yang sama untuk semua siswa, Tetapi menyesuaikan materi, Proses, Maupun produk pembelajaran agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensinya. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih inklusif, Adil, Dan efektif. Baik melalui DBL maupun pendidikan inklusi gagasan utama ayahnya adalah setiap siswa memiliki hak untuk belajar sesuai potensi dan kebutuhannya guru perlu menyesuaikan metode dan materi agar siswa denganPerbedaan latar belakang, Kemampuan, Maupun kebutuhan khusus tetap bisa berkembang optimal. Dengan begitu sekolah menjadi lingkungan yang ramah, Adil, Dan mendukung semua peserta didik tanpa diskriminasi.

Pada topic 5, menekankan Pentingnya bimbingan dan supervisi dalam pengembangan guru dan siswa. Bimbingan konseling dan supervisi klinis menjadi sarana penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan karena keduanya berperan langsung dalam mendukung perkembangan siswa sekaligus profesionalisme guru. Sementara itu supervisi klinis berfokus pada peningkatan kualitas guru melalui proses observasi refleksi dan umpan balik konstruktif Guru diberi kesempatan untuk melihat kembali praktik pembelajarannya, ,Mengidentifikasi kekuatan maupun kelemahan.Serta mendapatkan arahan untuk memperbaiki strategi mengajar,Terus ini tidak bersifat menghakimiTetapi mendukung guru agar terus berkembang secara profesional. Sementara itu,pada topik 4, Pendekatan Deep Learning (Mindful,Meaningful, and joy full learning) Konsep ini menekankan bahwa pembelajaran harus lebih dari sekedar menghafal. Pembelajaran yang mendalam(Deep Learning) Mencakup tiga aspek yaitu pembelajaran yang sadar(Mindful Learning), Bermakna(Meaningful learning), Dan menyenangkan (joyful learning). Tujuannya adalah agar siswa,Benar-benar memahami materi , Menghubungkan dengan kehidupan nyataDan menikmati proses belajarnya, .Sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat bertahan lama dan diterapkan dalam berbagai konteks. Gagasan Selanjutnya, Guru harus mengintegrasikan pengetahuan materi, Pedagogik, Dan teknologi melaluiKerangka kerja TPACK(topik 3) .Guna mewujudkan pendidikan secar1Sekaranga efektif di era digital gagasan ini menyatukan 3 Domain Pengetahuan Penting bagi guru profesional yaitu pengetahuan materi( content knowledge) Pengetahuan Pedagogik(pedagogical knoqwledge, Dan pengetahuan teknologi( technological knowledge). Hal ini sebagaimana dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkanDan memperkuat Pemahaman atau wawasan tentang karakteristik peserta didik Ge Z dan Alpha(topik 7) Yang sangat akrab dengan teknologi. Pengetahuan ini membekali guru perancang pembelajaran yang relevan dan menarik bagi generasi digital saat ini. Gagasan akhirnya semua topik ini akan mengarah pada peran sentra seorang guru profesional Era digital dan artificial inteligent (topik 8)Di mana seorang guru profesional di era digital dan AI harusMemiliki keterampilan teknologi kemampuan untuk mengintegrasikan AI dalam pengajaran dan Pemahaman tentang implikasi etis dan sosial dari teknologi

 

3.

Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti dari Topik 1 sd. 8

1.       Topik 1: Miskonsepsi yang muncul adalah anggapan bahwa PBL ( Problem Base learning dan PJBL ( Project Base Learning) sama, padahal kedua metode ini berbeda.Yangmana PBL berfokus pada pemecahan masalah nyata sebagai inti pembelajaran, sedangkan PJBL menekankan pada produk akhir berupa proyek.

2.       Topik 2: Miskonsepsi yang sering terjadi adalah menganggap diferensiasi berarti membuat kurikulum atau tugas yang sepenuhnya berbeda untuk setiap peserta didik Padahal diferensiasi dapat dilakukan secara fleksibel dan terstruktur dalam suatu kelas

3.       Topik 3: Miskonsepsi yang terjadi adalah aanya anggapan bahwa  TPACK hanya tentang penggunaan teknologi  saja, namun pada kenyataannya yang di tekankan dalam TPACK adalah keseimbangan antara materi, pedagogic dan teknologi yang di gunakan

4.       Topik 4: Miskonsepsi yang sering terjadi adalah anggapan bahwa Joyful learning berarti penuh ice breaking. Faktanya, kegembiraan belajar muncul ketika murid dihargai dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

5.       Topik 5: Banyaknya anggapan bahwa BK hanya diperuntukkan bagi siswa yang yang bermasalah dan menyebabkan kegaduhan di sekolah atau sebagai tempat untuk curhat saja. Padahal BK memiliki peran yang lenih luas yakni Bimbingan dan konseling adalah upaya dalam memberikan pelayanan bantuan kepada anak agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Tujuan bimbingan dan konseling agar anak dapat memilih, mempersiapkan diri, memegang tanggung jawab dan mendapatkan hal yang berharga dari keputusan yang diambilnya.

6.       Topik 6: Adanya miskonsep bahwa pendidikan inklusi hanya tentang menempatkan siswa ABK di ruang kelas regular padahal pendidkan inklusi membutuhkan dukungan adaptasi kurikulum dan kolaborasi semua pihak.

7.       Topik 7: Adanya anggapan bahwa gen Z dan gen Alpha adalah generasi yang malas dan tergantung pada teknologi. Nyatanya mereka adalah genarasi yang kreatif, multitasking, dan kritis jika diarahkan dengan benar. Dan pada dasarnya mereka juga memiliki gaya belajar yang berbedabeda.

8.       Topik 8: Adanya anggapan bahwa profesionalsme guru hanya dapat diukur dari kemampuan dan penguasaannya terhadapa teknologi, padahal Guru professional juga ditentuka oleh kompetensi pedagogic, social dan kepribadian guru itu sendiri, bukan sekedar penguasaannya terhadap teknologi

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar