ModuL : Pedagogik PAI
Kegiatan Belajar :
Topik 1-8
Nama Mahasiswa :
HARDANIA
Bidang
Studi :
Pendidikan Agama Islam
LPTK :
IAIN Sultan Amai Gorontalo
|
No |
BUTIR
REFLEKSI |
RESPON/JAWABAN |
|
1. |
Sajikan peta konsep atau gagasan apa saja
yang anda temukan dari Topik 1 sd. 8 |
|
|
2. |
Sebutkan kurang lebih 5 gagasan dan mohon
dijelaskan dalam dua alinea |
Pada Topik 1 Project based-learning PBL menempatkan
fokus pada pemecahan masalah sebagai tujuan utama
pembelajaran. Siswa diberikan sebuah masalah yang memerlukan pemikiran
analitis dan pemecahan masalah yang mendalam. Di sisi lain, PjBL lebih
berorientasi pada proyek nyata yang mencakup tujuan dan hasil yang lebih
luas. PBL memberi peluang pada sistem pembelajaran
yang berpusat pada siswa, lebih kolaboratif, siswa terlibat secara aktif
menyelesaikan proyek-proyek secara mandiri dan bekerja sama dalam tim dan
mengintegrasikan masalah-masalah yang nyata dan praktis. Adapun PjBL Sebagai suatu pembelajaran yang
konstruktivis, projectbased-learning menyediakan pembelajaran dalam situasi
problem yang nyata bagi siswa sehingga dapat melahirkan pengetahuan yang
bersifat permanen. Pada topic
Pembelajaran inklusif (topic 6 dan diferensiasi (topic 2) ,DBL berfokus
pada pemberian layanan belajar sesuai dengan kebutuhan, Minat, Dan gaya
belajar masing-masing peserta didik. Guru tidak menggunakan metode yang sama
untuk semua siswa, Tetapi menyesuaikan materi, Proses, Maupun produk
pembelajaran agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensinya. Hal ini
menjadikan pembelajaran lebih inklusif, Adil, Dan efektif. Baik melalui DBL
maupun pendidikan inklusi gagasan utama ayahnya adalah setiap siswa memiliki
hak untuk belajar sesuai potensi dan kebutuhannya guru perlu menyesuaikan
metode dan materi agar siswa denganPerbedaan latar belakang, Kemampuan,
Maupun kebutuhan khusus tetap bisa berkembang optimal. Dengan begitu sekolah
menjadi lingkungan yang ramah, Adil, Dan mendukung semua peserta didik tanpa
diskriminasi. Pada topic 5, menekankan Pentingnya bimbingan
dan supervisi dalam pengembangan guru dan siswa. Bimbingan konseling dan
supervisi klinis menjadi sarana penting dalam meningkatkan kualitas
pendidikan karena keduanya berperan langsung dalam mendukung perkembangan
siswa sekaligus profesionalisme guru. Sementara itu supervisi klinis berfokus
pada peningkatan kualitas guru melalui proses observasi refleksi dan umpan
balik konstruktif Guru diberi kesempatan untuk melihat kembali praktik
pembelajarannya, ,Mengidentifikasi kekuatan maupun kelemahan.Serta
mendapatkan arahan untuk memperbaiki strategi mengajar,Terus ini tidak
bersifat menghakimiTetapi mendukung guru agar terus berkembang secara
profesional. Sementara itu,pada topik
4, Pendekatan Deep Learning (Mindful,Meaningful, and joy full learning)
Konsep ini menekankan bahwa pembelajaran harus lebih dari sekedar menghafal.
Pembelajaran yang mendalam(Deep Learning) Mencakup tiga aspek yaitu
pembelajaran yang sadar(Mindful Learning), Bermakna(Meaningful learning), Dan
menyenangkan (joyful learning). Tujuannya adalah agar siswa,Benar-benar
memahami materi , Menghubungkan dengan kehidupan nyataDan menikmati proses
belajarnya, .Sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat bertahan lama dan
diterapkan dalam berbagai konteks. Gagasan Selanjutnya, Guru harus
mengintegrasikan pengetahuan materi, Pedagogik, Dan teknologi melaluiKerangka
kerja TPACK(topik 3) .Guna
mewujudkan pendidikan secar1Sekaranga efektif di era digital gagasan ini menyatukan
3 Domain Pengetahuan Penting bagi guru profesional yaitu pengetahuan materi(
content knowledge) Pengetahuan Pedagogik(pedagogical knoqwledge, Dan
pengetahuan teknologi( technological knowledge). Hal ini sebagaimana dapat
digunakan secara efektif untuk meningkatkanDan memperkuat Pemahaman atau
wawasan tentang karakteristik peserta didik Ge Z dan Alpha(topik 7) Yang sangat akrab dengan
teknologi. Pengetahuan ini membekali guru perancang pembelajaran yang relevan
dan menarik bagi generasi digital saat ini. Gagasan akhirnya semua topik ini
akan mengarah pada peran sentra seorang guru profesional Era digital dan
artificial inteligent (topik 8)Di
mana seorang guru profesional di era digital dan AI harusMemiliki
keterampilan teknologi kemampuan untuk mengintegrasikan AI dalam pengajaran
dan Pemahaman tentang implikasi etis dan sosial dari teknologi |
|
3. |
Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut
yang menurut anda menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti dari Topik 1 sd. 8 |
1.
Topik 1: Miskonsepsi
yang muncul adalah anggapan bahwa PBL ( Problem
Base learning dan PJBL ( Project
Base Learning) sama, padahal kedua metode ini berbeda.Yangmana PBL
berfokus pada pemecahan masalah nyata sebagai inti pembelajaran, sedangkan
PJBL menekankan pada produk akhir berupa proyek. 2.
Topik 2: Miskonsepsi
yang sering terjadi adalah menganggap diferensiasi berarti membuat kurikulum
atau tugas yang sepenuhnya berbeda untuk setiap peserta didik Padahal
diferensiasi dapat dilakukan secara fleksibel dan terstruktur dalam suatu
kelas 3.
Topik 3: Miskonsepsi
yang terjadi adalah aanya anggapan bahwa
TPACK hanya tentang penggunaan teknologi saja, namun pada kenyataannya yang di
tekankan dalam TPACK adalah keseimbangan antara materi, pedagogic dan
teknologi yang di gunakan 4.
Topik 4: Miskonsepsi
yang sering terjadi adalah anggapan bahwa Joyful learning berarti penuh ice
breaking. Faktanya, kegembiraan belajar muncul ketika murid dihargai dan
berhasil mencapai tujuan pembelajaran. 5.
Topik 5: Banyaknya
anggapan bahwa BK hanya diperuntukkan bagi siswa yang yang bermasalah dan
menyebabkan kegaduhan di sekolah atau sebagai tempat untuk curhat saja.
Padahal BK memiliki peran yang lenih luas yakni Bimbingan dan konseling adalah upaya dalam memberikan
pelayanan bantuan kepada anak agar mampu mandiri dan berkembang secara
optimal. Tujuan bimbingan dan konseling agar anak dapat memilih,
mempersiapkan diri, memegang tanggung jawab dan mendapatkan hal yang berharga
dari keputusan yang diambilnya. 6.
Topik 6: Adanya
miskonsep bahwa pendidikan inklusi hanya tentang menempatkan
siswa ABK di ruang kelas regular padahal pendidkan inklusi membutuhkan
dukungan adaptasi kurikulum dan kolaborasi semua pihak. 7.
Topik 7: Adanya anggapan bahwa gen Z dan gen Alpha adalah
generasi yang malas dan tergantung pada teknologi.
Nyatanya mereka adalah genarasi yang kreatif, multitasking, dan kritis jika
diarahkan dengan benar. Dan pada dasarnya mereka juga memiliki gaya belajar
yang berbedabeda. 8.
Topik 8: Adanya
anggapan bahwa profesionalsme guru hanya dapat diukur dari kemampuan dan
penguasaannya terhadapa teknologi, padahal Guru professional juga ditentuka
oleh kompetensi pedagogic, social dan kepribadian guru itu sendiri, bukan
sekedar penguasaannya terhadap teknologi |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar