Rabu, 28 Januari 2026

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK/PPG DALJAB TRANSFORMASI+/KEMENAG

 

 

 

 

 

INSTRUKSI TUGAS REFLEKSI

 
 

 

 

 

 


  1. Pilih materi yang menarik dan deskripsikan materi tersebut!
  2. Lakukan analisis implementasi/penerapan materi tersebut!
  3. Tuliskan pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau bertentangan dengan materi yang dipelajari!
  4. Uraikan tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn) yang didapatkan!
  5. Buat rencana aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran!

 

 

Text Box: URAIAN 

 

 

 

 

 


1.      Materi yang menarik dan deskripsi materi

Materi yang saya pilih dan menurut saya menarik adalah Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, And Joyful Learning. Deep Learning dalam konteks pendidikan mengacu pada pembelajaran yang mendalam dan bermakna, di mana peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi benar-benar memahami, menginternalisasi, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks. Dalam kajian pendidikan, konsep ini sering dikaitkan dengan tiga aspek utama: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.

Prinsip-Prinsip Deep Learning

1.      Meaningful Learning: Siswa diajak untuk mengaitkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah ada, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Misalnya, dalam mengajarkan penjumlahan pecahan, guru dapat memulai dengan contoh konkret yang relevan. 

2.      Mindful Learning: Siswa diajak untuk sadar akan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Ini melibatkan refleksi dan kesadaran tentang apa yang telah dipelajari dan bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. 

3.      Joyful Learning: Pembelajaran dirancang agar menyenangkan dan memotivasi siswa. Dengan suasana belajar yang positif, siswa lebih termotivasi untuk terlibat dalam proses pembelajaran. 

 

Ketika ketiga konsep ini diterapkan bersama dalam pendekatan deep learning, hasilnya adalah pengalaman belajar yang mendalam, relevan, dan memotivasi. Meaningful learning membantu siswa melihat relevansi materi, mindful learning membantu mereka terlibat secara sadar dan fokus, dan joyful learning menjaga motivasi serta antusiasme mereka. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi secara mendalam tetapi juga termotivasi untuk terus belajar sepanjang hidup

 

2.      Analisis implementasi (penerapan)

Implementasi pembelajaran deep learning pada kelas PAI SD dapat dilakukan dengan tahaptahap berikut:

1)      Fase Persiapan (Preparation Stage) – Membangun Kesadaran (Mindful Learning). Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa memasuki kondisi pembelajaran yang penuh kesadaran

2)      Fase Eksplorasi (Exploration Stage) – Menciptakan Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning) hal ini dilakukan dengan membangun keterhubungan antara konsep baru dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.

3)      Fase Aplikasi (Application Stage) – Menjadikan Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning) Pada fase ini guru menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan membangun kompetensi nyata.

4)      Fase Refleksi dan Evaluasi (Reflection and Evaluation Stage) Tujuan utama fase ini adalah memastikan pemahaman mendalam dan keberlanjutan pembelajaran. Dalam hal ini guru dapat Membantu siswa merangkum dan meresapi materi dapat dilakukan dengan teknik self-assessment dan peer feedback untuk meningkatkan refleksi.

 

3.      Pengalaman praktis dari proses pembelajaran

Saya pernah mengajar topik menghormati orang tua dengan metode ceramah. Saat saya perhatikan banyak siswa yang nampak bosan dan tidak memperhatikan. Namun ketika saya mengubah metode pembelajaran, dengan  bermain peran. Dan menuliskan beberapa instruksi pada selembar kertas terkait sikap hormat dan patuh kepada orang tua dan saya masukkan ke dalam toples. Kemudian saya membagi mereka dalam beberapa kelompoka. lalu setiap kelompok bergantian memilih lembaran dan meminta mereka memerankan instruksi yang mereka peroleh. Siswa menjadi antusias dan bersemangat mengatur scenari. Ini membuat saya yakin bahwa penanman sikap akan lebih mudah jika di contohkan dengan praktik daan dikaitkan dengan kehidupan mereka seharihari.

 

4.      Tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn)

Ø  Tantangan

1)      Guru perlu kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran untuk menerapkan 3 prinsip deep learning

2)      Tidak semua siswa memiliki daya ingat  dan kemampuan yang sama

3)      Pengelolaan waktu dalam prosesnya untuk mengintegerasikan pembelajaran, karena membutuhkan waktu lebih

Ø  Hikmah

1)      Saya lebih memahami bahwa pembelajaran PAI bukan sekedar hafala atau teori, tetapi juga praktik baik dari apa yang mereka pelajari untuk diterapkan dan bermanfaat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Bukannya sekedar kebaikan saat ini di dunia, tetapi hari ini untuk akhirat yang lebih baik

2)      Guru lebih menyadari bahwa keberhasilan pembelajaran bukan hanya dari penyampaian materi, tetapi dari bagaimana siswa mengalami, merasakan, dan memaknai pembelajaran.

3)      Siswa lebih termotivasi dengan dikaitkan dengan kehidupan nyata papalag dsajikn dengan cara menyenangkan

 

 

 

 

 

5.      Rencana aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran

Dalam rangka penerapan deep learning saya akan melakukan hal-hal berikut:

Ø  Menyiapakan RPP dengan penekatan deep learningyang sesuai dengan prinsipnya`yaitu berkesadaran, bermakna dan menyenangkan

Ø  Menggunakan teknologi sederhana dan media ajar yang variatif, seperti bermain peran, cerita, diskusi kelompok, lagu islami,  maupun video islami atau aplikasi interaktif lainnya

Ø    Memanfaatkan pelatihan dan kelompok belajar untu terus menambah pengetahuan tentang pengaplikasian deep learning

MEMBUAT RESUME MODUL PEDAGOGIK/PPG DALJAB TRANSFORMASI+/KEMENAG

 


 

ModuL                                                  : Pedagogik PAI

Kegiatan Belajar                               : Topik 1-8

Nama Mahasiswa                            : HARDANIA

Bidang Studi                                      : Pendidikan Agama Islam

LPTK                                                      : IAIN Sultan Amai Gorontalo

No

BUTIR REFLEKSI

RESPON/JAWABAN

1.

Sajikan peta konsep atau gagasan apa saja yang anda temukan dari Topik 1 sd. 8

 



 

2.

Sebutkan kurang lebih 5 gagasan dan mohon dijelaskan dalam dua alinea

Pada Topik 1 Project based-learning PBL menempatkan fokus pada pemecahan masalah sebagai tujuan utama pembelajaran. Siswa diberikan sebuah masalah yang memerlukan pemikiran analitis dan pemecahan masalah yang mendalam. Di sisi lain, PjBL lebih berorientasi pada proyek nyata yang mencakup tujuan dan hasil yang lebih luas. PBL   memberi peluang pada sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa, lebih kolaboratif, siswa terlibat secara aktif menyelesaikan proyek-proyek secara mandiri dan bekerja sama dalam tim dan mengintegrasikan masalah-masalah yang nyata dan praktis. Adapun PjBL Sebagai suatu pembelajaran yang konstruktivis, projectbased-learning menyediakan pembelajaran dalam situasi problem yang nyata bagi siswa sehingga dapat melahirkan pengetahuan yang bersifat permanen. Pada topic Pembelajaran inklusif (topic 6 dan diferensiasi (topic 2) ,DBL berfokus pada pemberian layanan belajar sesuai dengan kebutuhan, Minat, Dan gaya belajar masing-masing peserta didik. Guru tidak menggunakan metode yang sama untuk semua siswa, Tetapi menyesuaikan materi, Proses, Maupun produk pembelajaran agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensinya. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih inklusif, Adil, Dan efektif. Baik melalui DBL maupun pendidikan inklusi gagasan utama ayahnya adalah setiap siswa memiliki hak untuk belajar sesuai potensi dan kebutuhannya guru perlu menyesuaikan metode dan materi agar siswa denganPerbedaan latar belakang, Kemampuan, Maupun kebutuhan khusus tetap bisa berkembang optimal. Dengan begitu sekolah menjadi lingkungan yang ramah, Adil, Dan mendukung semua peserta didik tanpa diskriminasi.

Pada topic 5, menekankan Pentingnya bimbingan dan supervisi dalam pengembangan guru dan siswa. Bimbingan konseling dan supervisi klinis menjadi sarana penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan karena keduanya berperan langsung dalam mendukung perkembangan siswa sekaligus profesionalisme guru. Sementara itu supervisi klinis berfokus pada peningkatan kualitas guru melalui proses observasi refleksi dan umpan balik konstruktif Guru diberi kesempatan untuk melihat kembali praktik pembelajarannya, ,Mengidentifikasi kekuatan maupun kelemahan.Serta mendapatkan arahan untuk memperbaiki strategi mengajar,Terus ini tidak bersifat menghakimiTetapi mendukung guru agar terus berkembang secara profesional. Sementara itu,pada topik 4, Pendekatan Deep Learning (Mindful,Meaningful, and joy full learning) Konsep ini menekankan bahwa pembelajaran harus lebih dari sekedar menghafal. Pembelajaran yang mendalam(Deep Learning) Mencakup tiga aspek yaitu pembelajaran yang sadar(Mindful Learning), Bermakna(Meaningful learning), Dan menyenangkan (joyful learning). Tujuannya adalah agar siswa,Benar-benar memahami materi , Menghubungkan dengan kehidupan nyataDan menikmati proses belajarnya, .Sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat bertahan lama dan diterapkan dalam berbagai konteks. Gagasan Selanjutnya, Guru harus mengintegrasikan pengetahuan materi, Pedagogik, Dan teknologi melaluiKerangka kerja TPACK(topik 3) .Guna mewujudkan pendidikan secar1Sekaranga efektif di era digital gagasan ini menyatukan 3 Domain Pengetahuan Penting bagi guru profesional yaitu pengetahuan materi( content knowledge) Pengetahuan Pedagogik(pedagogical knoqwledge, Dan pengetahuan teknologi( technological knowledge). Hal ini sebagaimana dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkanDan memperkuat Pemahaman atau wawasan tentang karakteristik peserta didik Ge Z dan Alpha(topik 7) Yang sangat akrab dengan teknologi. Pengetahuan ini membekali guru perancang pembelajaran yang relevan dan menarik bagi generasi digital saat ini. Gagasan akhirnya semua topik ini akan mengarah pada peran sentra seorang guru profesional Era digital dan artificial inteligent (topik 8)Di mana seorang guru profesional di era digital dan AI harusMemiliki keterampilan teknologi kemampuan untuk mengintegrasikan AI dalam pengajaran dan Pemahaman tentang implikasi etis dan sosial dari teknologi

 

3.

Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan miskonsepsi/salah mengerti dari Topik 1 sd. 8

1.       Topik 1: Miskonsepsi yang muncul adalah anggapan bahwa PBL ( Problem Base learning dan PJBL ( Project Base Learning) sama, padahal kedua metode ini berbeda.Yangmana PBL berfokus pada pemecahan masalah nyata sebagai inti pembelajaran, sedangkan PJBL menekankan pada produk akhir berupa proyek.

2.       Topik 2: Miskonsepsi yang sering terjadi adalah menganggap diferensiasi berarti membuat kurikulum atau tugas yang sepenuhnya berbeda untuk setiap peserta didik Padahal diferensiasi dapat dilakukan secara fleksibel dan terstruktur dalam suatu kelas

3.       Topik 3: Miskonsepsi yang terjadi adalah aanya anggapan bahwa  TPACK hanya tentang penggunaan teknologi  saja, namun pada kenyataannya yang di tekankan dalam TPACK adalah keseimbangan antara materi, pedagogic dan teknologi yang di gunakan

4.       Topik 4: Miskonsepsi yang sering terjadi adalah anggapan bahwa Joyful learning berarti penuh ice breaking. Faktanya, kegembiraan belajar muncul ketika murid dihargai dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

5.       Topik 5: Banyaknya anggapan bahwa BK hanya diperuntukkan bagi siswa yang yang bermasalah dan menyebabkan kegaduhan di sekolah atau sebagai tempat untuk curhat saja. Padahal BK memiliki peran yang lenih luas yakni Bimbingan dan konseling adalah upaya dalam memberikan pelayanan bantuan kepada anak agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Tujuan bimbingan dan konseling agar anak dapat memilih, mempersiapkan diri, memegang tanggung jawab dan mendapatkan hal yang berharga dari keputusan yang diambilnya.

6.       Topik 6: Adanya miskonsep bahwa pendidikan inklusi hanya tentang menempatkan siswa ABK di ruang kelas regular padahal pendidkan inklusi membutuhkan dukungan adaptasi kurikulum dan kolaborasi semua pihak.

7.       Topik 7: Adanya anggapan bahwa gen Z dan gen Alpha adalah generasi yang malas dan tergantung pada teknologi. Nyatanya mereka adalah genarasi yang kreatif, multitasking, dan kritis jika diarahkan dengan benar. Dan pada dasarnya mereka juga memiliki gaya belajar yang berbedabeda.

8.       Topik 8: Adanya anggapan bahwa profesionalsme guru hanya dapat diukur dari kemampuan dan penguasaannya terhadapa teknologi, padahal Guru professional juga ditentuka oleh kompetensi pedagogic, social dan kepribadian guru itu sendiri, bukan sekedar penguasaannya terhadap teknologi

 

 

RESUME MODUL 3 PERANGKAT PEMBELAJARAN/PPG DALJAB PAI KEMENAG

 

RESUME MODUL 3

 

ModuL                                    : Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Kegiatan Belajar                   : Topik 1-8

Nama Mahasiswa                  : Hardania

Bidang Studi                         : Pendidikan Agama Islam

LPTK                                      : IAIN Sultan Amai Gorontalo

No

BUTIR REFLEKSI

RESPON/JAWABAN

1.

Sajikan peta konsep atau gagasan apa saja yang anda temukan dari Topik 1 sd. 8

 

 


2.

Sebutkan kurang lebih 5 gagasan dan mohon dijelaskan dalam dua alinea

Pada topik I Analisis Capaian pembelajaran dan pengembangan,  tujuan pembelajaran seorang guru perlu memahami secara mendalam profil Capaian Pembelajaran Peserta didik sebagai dasar perencanaan. Analisis pembelajaran berfungsi untuk memetakan kompetensi apa saja yang harus dicapai, Tingkat kesurupan materi, Serta strategi yang tepat untuk mencapainya,Dengan begitu guru dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik dan potensi peserta didik serta memastikan pembelajaran berjalan terarah sistematis dan berorientasi pada pencapaian kompetensi inti yang ditetapkan. Adapun pada topik 2 Gagasan pentingnya adalah bahwa pengembangan materi pembelajaran harus memperhatikan relevansi,Kedalaman Dan keterkaitan dengan dunia nyata peserta didik. Materi bukan sekedar kumpulan informasi, melainkan harus mampu membangun pemahaman keterampilan berpikir kritis dan nilai-nilai positif. Guru perlu menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik,Tingkat perkembangan mereka Serta konteks lingkungan sekitar agar Pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna.Pada topik pendekatan metode dan strategi pembelajaran, Gagasan penting di sini adalah diferensiasi istilah model pendekatan, Metode, Strategi, Dan teknik. .Guru perlu memahami perbedaan konsep tersebut agar dapat memilih strategi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Misalnya, metode ceramah berbeda dengan strategi jigsaw learning meskipun sama-sama bertujuan untuk memfasilitasi pemahaman siswa.Pada topik 4 terkait Pengembangan alat peraga, Media, Dan teknologi pembelajaran, Di mana alat peraga dan media berfungsi bukan hanya sebagai alat bantu visual, Tetapi juga sebagai sarana yang membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak secara lebih mudah yang mana pas sesuai perkembangan zaman saat ini guru dituntut mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai alat bantu dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas seperti teknologi AI, Komputer, Internet dan lain-lain. Dengan menggunakan alat peraga pembelajaran, baik berupa media fisik maupun digital, diharapkan dapat membantu dalam proses KBM mengaktifkan motivasi atau partisipasi siswa serta memberikan nuansa belajar yang lebih nyata dan interaktif.

Pada topik 5 terkait pengembangan asesmen pembelajaran gagasan utama dalam topik ini adalah assessment berperan penting sebagai alat diagnosis dan Pengembangan Pembelajaran. Ada tiga jenis asesmen yaitu:Asesmen awal digunakan untuk memetakan kesiapan siswa, Asesmen Formatif untuk memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, serta assessment Summative untuk mengukur pencapaian akhir. Pada topik 6 terkait pengembangan evaluasi pembelajaran, Asesmen yang dilakukan oleh guru ditunjukkan untuk mengetahui ketercapaian kompetensi oleh peserta didik dan agar asesmen itu dapat menggambarkan kompetensi peserta didik guru tidak hanya memerlukan instrumen asesmen yang tepat namun juga rubrik asesmen. Karena pada dasarnya tidak semua jenis evaluasi cocok untuk setiap tujuan pembelajaran. Pada topik 7 Gagasan utama dari modul ajar sebagai panduan praktis pembelajaran adalah bahwa modul ajar merupakan panduan pembelajaran yang komprehensif dan fleksibel. Modul Ajar disusun secara sistematis sesuai langkah-langkah dalam kegiatan Pembelajaran asesmen serta alat dan sebelum belajar Modul Ajar Membantu guru dalam merancang pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa. Pada topik 8 pengembangan Modul Project P5/PPRA Modul ini berfungsi untuk mengintegrasikan nilai-nilai profil Pelajar Pancasila dan rahmatan lil’alamin dalam pembelajaran berbasis project. Dengan project, Siswa belajar memecahkan masalah nyata menumbuhkan karakter Gotong RoyongKemandirian serta moderasi beragama.

3.

Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan misk

onsepsi/salah mengerti dari Topik 1 sd. 8

1.   Topik 1: Analisis capaian pembelajaran dan pengembangan tujuan pembelajarant. Miskonsepsi:Pada materi ini Miskonsepsi yang sering terjadi adalah pada tujuan pembelajaran cukup diambil langsung dari capaian pembelajaran atau CP sedangkan di sini untuk koreksi atau penjelasan itu jangan pembelajaran harus dikembangkan dari CV Dengan memperhatikan tahapan perkembangan peserta didik konteks dan kebutuhan belajar CP adalah acuan umum bukan langsung menjadi tujuan yang operasional.

2.   Topilk 2. Pengembangan Materi Pembelajaran: Pada materi ini miskonsepsi yang terjadi bahwa materi pembelajaran hanya bersumber dari buku teks atau kurikulum resmi, padahal guru seharusnya dapat dan sebaiknya mengembangkan materi dari berbagai sumber(Konteks Lokal, Isu aktual, Teknologi Digital) Selama masih relevan dengan tujuan dan capaian pembelajaran

3.    Topik 3: Pengembangan pendekatan, Metode dan strategi pembelajaran: Miskonsepsi yang terjadi pada topik ini yaitu seringnya penggunaan banyak metode sekaligus dan anggapan bahwa itu menjadikan pembelajaran pasti efektif sedangkan di sini seharusnya strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik siswa tujuan pembelajaran dan kondisi kelas terlalu banyak metode tanpa pemahaman bisa membuat pembelajaran menjadi tidak fokus.

4.    Topik 4: Pengembangan alat peraga, Media dan teknologi pembelajaran: Miskonsepsi pada topik ini yaitu adanya anggapan bahwa media hanya sebagai pelengkap dalam pembelajaran dan bukan bagian penting dalam pembelajaran padahal media merupakan sarana utama untuk memperjelas konsep, ,Meningkatkan Motivasi Dan memperdalam pemahaman siswa.

5.    Topik 5: Pengembangan Asesmen Pembelajaran: Adanya sebuah anggapan bahwa Asesmen adalah sama dengan ujian tertulis di akhir pembelajaran, padahal asesmen terdiri dari beberapa jenis yaitu asesmen awal(Diagnostik), asesmen formatif (selama proses pembelajaran) dan asesmen sumatif (pada akhir pembelajaran). Dan bentuknya bisa berupa tes, observasi, praktik, maupun portofolio

6.    Topik 6: Pengembangan Evaluasi Pembelajaran : Pada topik ini adanya konsep yang rawan akan salah paham yaitu perbedaan asesmen dan evaluasi miskonsepsii Evaluasi dianggap hanya menghitung rata-rata nilai akibatnya evaluasi tidak menghasilkan tindak lanjut guru hanya melaporkan angka tanpa perbaikan strategi sebagai seorang guru PAI harusnya kita dapat menganalisis hasil ulangan untuk menentukan siapa yang perlu remidi pengayaan lalu menyusun laporan perkembangan belajar yang komunikatif bagi orang tua.

7.    Topik 7:Pengembangan modul ajar : Pada topik ini adanya Miskonsepsi bahwa modul ajar sama dengan RPP biasa hanya beda nama. Faktanya modul Ajar Drum Kurikulum Merdeka lebih dari sekedar RPP. Modul ajar bersifat lebih fleksibel, Kontekstual, Dan lengkap, Mencakup tujuan, Kegiatan Pembelajaran, Asesmen, Refleksi dan pengayaan atau remedial.

8.    Topik 8: Pengembangan Modul Project P5/PPRA: Adanya miskonsepsi yang menganggap proyek hanya kegiatan tambahan di luar pelajaran utama padahal proyek merupakan bagian integral dari kurikulum yang menanamkan nilai karakter dan kompetensi abad 21.

 

REFLEKSI MODUL PROFESIONAL PPG DALJAB/TRANSFORMASI+/KEMENAG

 

 INSTRUKSI TUGAS REFLEKSI

 

  1. Pilih materi yang menarik dan deskripsikan materi tersebut!
  2. Lakukan analisis implementasi/penerapan materi tersebut!
  3. Tuliskan pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau bertentangan dengan materi yang dipelajari!
  4. Uraikan tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn) yang didapatkan!
  5. Buat rencana aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran!

 

  1. Materi yang menarik dan deskripsi materi

Materi yang Saya pilih dari beberapa topik yang saya anggap menarik dari modul ini adalah Pendidikan nilai dan pendidikan karakter. Pendidikan nilai dan karakter dalam PAI memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang baik usaha untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika Islam melalui proses pembelajaran agar peserta didik menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berkemampuan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan karakter membentuk individu yang berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, tangguh dan berperilaku baik, yang fungsi utamanya adalah mengembangkan potensi dasar manusia sehingga menjadi Individu yang berpikir baik, berhati baik, dan berperilaku baik.

 

  1. Analisis implementasi/penerapan materi

Implementasi  Pendidikan nilai dan pendidikan karakter dapat dilakukan sejak dini, dalam hal ini pendidikan nilai dilakukan dengan memberikan dasar pengetahuan tentang apa yang baik dan benar. Sementara pelaksanaan pendidikan karakter difokuskan pada pengembangan kemampuan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Dalam mengimplementasikan pendidikan nilai dan karakter dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan dengan mengaitkan atau menghubungkan Ayat-ayat Al-quran, Hadis Nabi, kisah para sahabat, ataupun peristiwa sejarah Islam yang menggambarkan nilai-nilai moral dan etika dengan kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga mereka memahami relevansi ajaran Islam sebagai suatu sikap yang baik dalam kehidupan mereka.

 

  1. pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung atau bertentangan dengan materi

Pengalaman yang mendukung proses pendidikan nilai dan karakter ini diantaranya adalah peran guru dalam pembentukan Karakter dan penanaman nilai-nilai bagi peserta didik. Selain itu, peran guru dalam pembentukan karakter dengan membiasakan dan menjadi teladan atau contoh bagi peserta didik. misalnya terhadap perilaku sopan dan santun pada sesama dan seringnya guru menyelipkan nasehat moral dalam setiap kesempatan dapat menanamkan nilai-nilai karakter bagi peserta didik yang terintegrasi dalam perkataan dan perbuatan. Misalnya penanaman pentingnya nilai kejujuran/siddiq dalam kehidupan, sehingga peserta didik sering kali menemukan uang di lingkungan sekolah baik seribu rupiah, dua ribu bahkan pernah sekali dua puluh ribu rupiah mereka selalu menanyakan kepada teman bahkan memberitahukan kepada guru tentang uang tersebut. Ini menunjukkan bahwa karakter yang ditanamkan pada peserta didik akan membuahkan hasil dengan adanya konsistensi.

 

  1. Tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn)

     Tantangan

Tantangan yang yang dihadapi dalam pendidikan nilai dan karakter bagi peserta didik atau generasi penerus bangsa diantaranya faktor teknologi yang menjadi candu bagi peserta didik yang dalam masa pembentukan karakter. Penggunaan teknologi tanpa pendampingan atau kontrol keluarga sehingga anak banyak menyerap informasi-informasi yang mereka belum mampu saring dengan baik. Selain pengaruh teknologi dan peran orang tua, lingkungan sekitar dan pergaulan juga menjadi tantangan tersendiri yang sulit untuk dikendalikan dan sangat banyak mempengaruhi anak dalam pembentukan perilaku atau karakternya. Seringkali lingkungan pertemanan mengajak anak melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan tetapi demi rasa kompak dan terlihat keren mereka ikut melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya, dan karena hal yang terus berulang perlahan nilai buruk itu menjadi hal yang remeh dan dianggap biasa saja.

     Hikmah

Hikmah yang saya dapat dari topik ini adalah bahwasanya pendidikan nilai dan karakter pada anak tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu pihak saja, tetapi perlu adanya kolaboras semua pihak yang ada, baik guru, masyarakat, pemerintah, maupun orang tua yang menjadi pilar utama dan pertama yang menanamkan nilai dan karakter bagi anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa

 

  1. Perencanaan aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran

1)    Integrasi materi di kelas

Menghubungkan materi dengan realitas kehidupan dengan mengaitkan materi yang diajarkan dengan pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan siswa misalnya saya menggunakan kisah-kisah dalam Alquran sebagai media untuk memberikan pelajaran moral yang aplikatif sehingga siswa mampu untuk menerapkannya dalam interaksi sosial sehari-hari

2)    Pembiasaan Sekolah

Dengan konsisten menerapkan senyum sapa dan salam di dalam lingkungan sekolah sehingga para siswa terbiasa untuk melakukannya

3)    Kolaborasi lintas mapel

Pentingnya bulat terjadi kolaborasi dengan guru-guru wali kelas maupun lintas mapel yang senantiasa menampilkan teladan yang baik bagi murid dan sebagai sumber  dalam memperoleh informasi tentang nilai-nilai yang baik untuk kehidupan dalam masyarakat

4)    Menjadi teladan secara konsisten. Dengan cara menghadirkan diri sebagai contohnya sebagai siswa dalam berbagai aspek kehidupan baik dalam tutur kata sikap maupun tindakan sehari-hari dengan konsistensi dalam keteladanan siswa dapat belajar melalui pengamatan langsung terhadap perilakuYang ditampilkanGuru