Puisi terpuruk
Menjalani hari dengan senyuman.
Terkadang tersenyum karena bahagia, terkadang tersenyum menutupi rasa malu, kecewa, bahkan rada sedih.
Jika ini yang di sebut munafik
Maka akulah si munafik itu. Yang setiap perasaannya hanya tersimpan di hati. Tak ada yang tahu dan mencoba mencari tahu.
Tapi tahukah kamu, Allah telah menjadi saksi untuk setiap doa yang ku langitkan karenamu.
Untuk semua kenangan, kebohongan, dan luka yang telah kamu ukirkan.
Kamu berharap ucapan
"Semoga kamu bahagia dengannya" Tapi
Tidak, aku tidak berharap kamu bahagia.
Hancurlah, terpuruklah, dan menderita lah.
Mungkin Itu tidak dapat menghapus sakitku,
Tetapi setidaknya aku tahu, aku tak hancur sendiri
Komentar
Posting Komentar